Peran Pendidik PAI dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di MI Kalifah Nusantara Denpasar

  • Novena Ade Fredyarini Soedjiwo STAI Denpasar Bali
Keywords: Peran, Pendidik, Motivasi

Abstract

Pada ranah pendidikan, setiap sekolah mengharapkan memiliki sumber daya manusia yang berkualitas sesuai dengan bidang yang diampu. Kemampuan setiap pendidik tentunya berbeda-beda hal tersebut menarik untuk dikaji, khususnya di MI Kalifah Nusantara Denpasar. Peserta didik di MI tersebut sudah kuliafied dan mampu membimbing dan membina siswa-siswanya, namun masih terdapat beberapa siswa kurang aktif dan menurun dalam hasil belajar siswa. Berdasarkan kondisi tersebut, melalui kajian peran pendidik diharapkan dapat diketahui dan dijabarkan secara deskriftif kualitatif melalui wawancara dan dokumentasi. Sehingga melalui analisis data berdasarkan teori-teori dan kajian terdahulu, diketahui bahwa peran pendidik sangat penting terhadap motivasi siswa melalui peningkatan kemampuan dan kinerja pendidik dengan mengikuti pelatihan, workshop, konseling siswa, dan pendekatan terhadap orangtua siswa.

 

Abstract
In the scope of education, every school expects to have quality human resources in accordance with the field being taught. The ability of each educator is certainly different, this is interesting to study, especially at MI Kalifah Nusantara Denpasar. The students are already educated and able to guide and nurture their students at MI, but there are some students who are less active and decline in student learning outcomes. Based on these conditions, aim of study in the role of educators, it is expected to be known and described in a qualitative descriptive manner through interviews and documentation. The data analysis based on theories and previous studies, it is known that the role of educators is very important to student motivation through improving the ability and performance of educators by participating in training, workshops, student counseling, and approaches to parents.

References

[1] Djamarah, S.B. 2011. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
[2] Ibrahim, M dkk. 2000. Pebelajaran Kooperatif. Surabaya: Univ. Negri Surabaya. University Pers
[3] Jaja Jahidi, “Kualifikasi dan Kompetensi Guru”, Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pascasarjana Administrasi Pendidikan, (Online) Vol. 2, No.1, Januari 2014, h. 24-26, (https://jurnal.unigal.ac.id, diakses 28 Mei 2020)
[4] Miarso Y. 2008. Peningkatan Kualifikasi Guru dalam Perspektif Teknologi Pendidikan. Jurnal Pendidikan Penabur 7 (10): 66-76.
[5] Mulyasa 2004. Kurikulum Berbasis Kompetensi, Konsep, Karakteristik dan Implikasi Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
[6] Mustofa, “Upaya Pengembangan Profesionalisme Guru di Indonesia”, Jurnal Ekonomi dan Pendidikan, (Online), Vol. 4 No. 1, April 2007, h. 85, (https://journal.uny.ac.id, diakses 23 Juli 2020)
[7] Ratih, Dewi. 2020. Kualifikasi Guru Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Di Mi Kalifa NusantaraTahun Pelajaran 2019/2020.Skripsi. Sekolah Tinggi Agama Islam Denpasar. Bali.
[8] Ravik Karsidi. 2005. Profesionalisme guru dan peningkatan mutu pendidikan di era otonomi daerah, Makalah Seminar Nasional Pendidikan di Kabupaten Wonogiri, 23 Juli 2005.
[9] Sanjaya, Wina. 2007. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta : Kencana Prenada Media Group
[10] Sugiyono (2015). Metode Penelitian Kombinasi (Mix Methods). Bandung: Alfabeta.
[11] Winkel 2004. Psikologi Pengajaran. Yogyakarta: Media Abadi.
[12] Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
Published
2021-06-30