Analisis Eksploratori Program Zakat Produktif Di Badan Amil Zakat Kota Denpasar

Authors

  • Zilda Nayla Abbas STAI Denpasar Bali
  • Kurniawati STAI Denpasar Bali
  • Iswahyuni STAI Denpasar Bali

Abstract

Zakat merupakan instrumen penting dalam Islam yang berperan meningkatkan keadilan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin. BAZNAS menerapkan program zakat produktif melalui pemberian modal usaha dan pelatihan untuk mendorong kemandirian Mustahik, namun efektivitasnya masih menghadapi sejumlah kendala. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor pendukung, penghambat, dan faktor paling dominan yang memengaruhi keberhasilan program tersebut serta memberikan rekomendasi strategis. Penelitian kuantitatif ini melibatkan 71 Mustahik penerima zakat produktif di BAZNAS Kota Denpasar dengan pengumpulan data melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA) berbantuan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan delapan faktor utama yang memengaruhi keberhasilan program, yaitu kapasitas usaha, kemandirian Mustahik, pendampingan usaha, manfaat ekonomi, akses modal, inovasi, jaringan sosial, dan manfaat non-material. Faktor paling dominan adalah kapasitas usaha dan kemandirian Mustahik (23,457%), pendampingan (17,777%), dan peningkatan pendapatan (9,356%).

References

[1] Badan Pusat Statistik. (2024). Profil kemiskinan di Indonesia September 2024. BPS RI.

[2] Firdausa, F., & Usnan, U. (2023). Efektivitas program zakat produktif di Balikpapan. Jurnal Manajemen Zakat, 5(2), 78–90.

[3] Rachman, A. (2024). Dampak zakat produktif terhadap pendapatan mustahik di Parepare. Jurnal Pemberdayaan Sosial, 5(2), 88–102.

[4] Sa’adah, S. (2022). Pengaruh pendampingan terhadap kemandirian mustahik. Jurnal Ekonomi Syariah, 10(1), 30–41.

[5] Hidayat, M. (2021). Pendampingan usaha dan kemandirian ekonomi mustahik. Jurnal Ekonomi Islam, 13(1), 55–68.

[6] Muchlis, A. (2023). Evaluasi pengelolaan zakat produktif. Jurnal Ekonomi Syariah, 11(2), 91–102.

[7] Ramdhan, R., & Yusuf, A. (2022). Hambatan kapasitas wirausaha dalam program zakat produktif. Jurnal Pemberdayaan Umat, 3(2), 44–56.

[8] Azzahra, N. (2024). Peran motivasi dan dukungan sosial pada keberhasilan pemberdayaan mustahik. Jurnal Pemberdayaan Ekonomi, 6(1), 33–47.

[9] Purnamasari, D., Rahman, I., & Suryani, N. (2022). Evaluasi program zakat produktif BAZNAS Kota Bogor. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik, 14(1), 62–74.

[10] Aka, A. B., & Amri. (2022). Determinasi kesejahteraan mustahik zakat produktif di Banda Aceh. Jurnal Ekonomi Islam, 14(2), 112–124.

[11] Hair, J. F., Black, W. C., Babin, B. J., & Anderson, R. E. (2019). Multivariate data analysis (8th ed.). Cengage Learning.

[12] Muzdalifah, E., Rahmawati, R., & Setiawan, A. (2019). Pemberdayaan ekonomi berbasis zakat produktif. Jurnal Zakat dan Wakaf, 4(1), 15–27.

[13] Quraish Shihab, M. (2023). Tafsir dan pemberdayaan sosial. Lentera Hati.

[14] Putra, R., Sari, M., & Kurniawan, H. (2024). Model zakat produktif berbasis mudharabah dan empowerment circle. Jurnal Ekonomi Syariah dan Pemberdayaan, 8(1), 25–39.

[15] Nurwan Putra, R., Halim, A., & Wahyudi, T. (2022). Tantangan digital dalam program zakat produktif. Jurnal Manajemen Dakwah, 7(3), 201–215.

[16] Yuliana, R., Nasution, Y. S. J., & Syahbudi, M. (2023). Pelatihan dan pendampingan zakat produktif terhadap kesejahteraan mustahik. Jurnal Ekonomi Syariah Waspada, 4(2), 55–70.

[17] United Nations. (2015). Transforming our world: The 2030 agenda for sustainable development. United Nations.

[18] Apriani, J. (2021). Efektivitas pengelolaan zakat produktif BAZNAS Kabupaten Pelalawan. Jurnal Ekonomi Syariah, 9(1), 45–57.

Downloads

Published

2026-09-17

How to Cite

Zilda Nayla Abbas, Kurniawati, & Iswahyuni. (2026). Analisis Eksploratori Program Zakat Produktif Di Badan Amil Zakat Kota Denpasar. Maisyatuna, 6(4). Retrieved from https://journal.staidenpasar.ac.id/index.php/mt/article/view/1002

Most read articles by the same author(s)